Seafood seperti apa yang dijual di Fish ‘n Blues?

Sebenarnya seafood apa saja yang termasuk dalam kategori ramah lingkungan? Berikut sejumlah kriteria seafood yang dapat dijual oleh retailer dan supplier seafood ramah lingkungan Fish ‘n Blues.

ikan yg dijual - 1st tier MSC ASC-smallKategori pertama: Seafood yang memiliki eco-label MSC dan ASC.

Hanya seafood yang memenuhi standar keberlanjutan yang ketat dari Marine Stewardship Council (MSC: www.msc.org ) dan Aquaculture Stewardship Council (ASC: www.asc-aqua.org) yang berhak memperoleh eco-label MSC atau ASC. Standar MSC menjamin seafood hasil perikanan tangkap ditangkap dengan cara-cara yang ramah lingkungan, serta memperhitungkan keberlanjutan populasi dan dampak aktivitas perikanan bagi ekosistem. Sementara untuk memperoleh sertifikasi ASC, perikanan budi daya harus meminimalisir dampak negatif pada lingkungan, tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang tidak diperbolehkan hukum, serta menjaga kelestarian ekosistem sekitar.

Saat ini di pasar domestik belum beredar produk hasil perikanan Indonesia yang telah bersertifikat MSC atau ASC. Fish ‘n Blues berkomitmen untuk memasarkannya saat produk tersebut tersedia di Indonesia.

ikan yg dijual - 2nd tier FIP AIP smallKategori kedua: Seafood yang dihasilkan oleh program FIP dan AIP

Sebelum memperoleh eco-label MSC dan ASC, kegiatan perikanan perlu melalui serangkaian perbaikan melalui program Fisheries Improvement Project (FIP) dan Aquaculture Improvement Project (AIP). Aliansi LSM JARING Nusantara (www.jaringnusantara.net) terlibat secara langsung dalam pendampingan FIP dan AIP untuk perikanan skala kecil di seluruh Indonesia. Setiap LSM mendampingi nelayan dan pembudidaya memperbaiki praktik mereka dengan mengacu pada panduan pengelolaan perikanan yang dikembangkan oleh WWF-Indonesia. Standar ini dibuat dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar MSC dan ASC.

Tidak hanya pelaku perikanan skala kecil, produsen dan perusahaan perikanan besar bisa memperoleh pendampingan FIP dan AIP dari WWF-Indonesia melalui inisiatif Seafood Savers. Produk seafood yang dihasilkan oleh pelaku perikanan skala kecil dampingan JARING Nusantara dan produsen anggota Seafood Savers (www.seafoodsavers.org) memenuhi kriteria dan dapat dijual oleh Fish ‘n Blues.

ikan yg dijual - 3rd tier green list smallKategori ketiga: Seafood dalam daftar hijau Seafood Advisor WWF-Indonesia

Selain kedua kategori di atas, seafood yang termasuk dalam daftar hijau di Seafood Advisor WWF-Indonesia juga tergolong ramah lingkungan dan dapat dijual oleh Fish ‘n Blues. Seafood Advisor digital untuk piranti Android dapat diunduh pada link berikut: www.wwf.or.id/seafoodguide

Pertimbangan utama seafood masuk dalam kategori hijau, kuning dan merah adalah cara tangkap, data populasi serta status spesies tersebut dalam undang-undang atau peraturan yang diratifikasi Indonesia. Ada beberapa spesies yang masuk kategori merah seperti dugong dan pari manta yang dilindungi oleh undang-undang. Ada juga spesies yang masuk dalam kategori hijua, kuning dan merah secara bersamaan misalnya cumi-cumi. Apa yang membedakan?

Cara tangkap bisa mempengaruhi baik tidaknya seafood untuk dikonsumsi. Cumi-cumi yang ditangkap dengan pukat hela masuk dalam kategori merah karena bahaya yang ditimbulkan alat tangkap itu pada lingkungan. Cumi-cumi yang ditangkap dengan pancing ulur yang bersifat selektif sangat ramah lingkungan dan masuk di kategori hijau.

Untuk memastikan seafood masuk dalam kategori hijau, Fish ‘n Blues menerapkan ukuran minimal untuk seafood yang kami jual dan mencari tahu apakah seafood tersebut ditangkap dengan cara yang ramah lingkungan.

ikan yg dijual - 4rd tier best practice_smallKategori ke-empat: Seafood yang diperoleh dari praktik perikanan yang baik – best practices

Untuk mendorong praktik perikanan kearah yang lebih baik, Fish ‘n Blues memasarkan produk perikanan yang dihasilkan dari praktik terbaik oleh kelompok nelayan dan perusahaan perikanan dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Ikan telah mencapai usia reproduktif. Fish’ n Blues tidak menjual ikan anakkan (Juvenile)
  2. Ikan ditangkap dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan
  3. Asal muasal ikan yang kami jual dapat ditelusuri
  4. Ikan yang kami jual berasal dari kelompok nelayan ataupun perusahaan berbadan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Kami sangat mendukung upaya kelompok nelayan atau perusahaan yang menunjukkan peningkatan perubahan prilaku dalam menerapkan praktik perikanan ke cara-cara yang lebih baik – ramah lingkungan.

-0O0-